Wednesday, March 26, 2014

JOKOWI CAPRES 2014, SAYA MENCOBA UNTUK MENGERTI


Pada masa kampanye Pemilu Pileg Tahun 2014 ini, Jokowi Capres dari PDIP banyak dibicarakan oleh berbagai pihak, baik dari akademisi, pengamat, praktisi parpol, tokoh organisasi maupun masyarakat umumnya.  Isi pembicaraan dimaksud mudah ditemui di berbagai media cetak maupun elektronik dan terbagi menjadi 2 pendapat (penilaian), yakni “positif Jokowi maju sebagai Capres” dan “sebaliknya, negatif”.

Pendapat negatif tentang Jokowi terlihat bertolakdari titik pandang yang sempit dan potensial merugikan keprofesionalan yang berpendapat. Namun demikian mungkin juga pendapat itu dilatarbelakangi adanya kepentingannya dan terlepas dari hal itu, saya “mencoba untuk mengerti tentang Jokowi Capres Tahun 2014 yang apabila berhasil terpilih sebagai Presiden” adalah sebagai berikut : 

1.    Ditinjau sebagai warga DKI Jakarta,  akan memiliki akselerasi yang signifikan, diantaranya :
a.    PENANGGULANGAN BANJIR, baik dengan menormalisasi 13 sungai yang mengalir di DKI Jakarta dan mengintegrasikan program penataan air dari luar wilayah DKI Jakarta yang mengalir ke wilayah DKI Jakarta dsb.
b.    PENANGGULANGAN KEMACETAN, untuk mengkoordinasikan, mensinkronisasikan dan mengintegrasikan penataan kendaraan yang akan masuk dan keluar dari wilayah DKI Jakarta dsb.
c.     PENANGGULANGAN PERMUKIMAN KUMUH, dalam penetapan kebijakan dan program perumahan bagi masyarakat, maupun penataan lingkungan yang kongkritnya melalui Program Rusunawa, Kampung Deret dsb.
d.    PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT, dengan mendukung dan membantu program, maupun pembiayaan baik dengan sumber APBN, CSR maupun berbagai sumber lainnya yang lebih besar. Diantaranya melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sejat (KJS).
e.    GAGASAN PROGRAM DAN KEGIATAN INOVATIF & KREATIF YANG ADA MAUPUN TELAH DIMULAI, akan tetap berlanjut bahkan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Salah satunya MOU dengan Provinsi Lampung kaitan supply daging sapi dan sayur mayor.

2.    Ditinjau sebagai pensiunan PNS Pemerintah DKI Jakarta, sungguh bagus dan terukur dalam menetapkan kebijakan dan program Reformasi Birokrasi, diantaranya dengan :
a.    Tercipta dan berkembangnya system pelayanan kepada masyarakat di berbagai instansi Pemerintah DKI Jakarta yang semakin cepat dan nyaman
b.    Lelang Jabatan Pejabat yang pada dasarnya adalah seleksi Calon Pejabat, yang fair dan terbuka. Seandainya semasa saya masih menjabat di lingkungan Pemerintah DKI Jakarta saat ini, rasanya tidak mungkin lebih 20 tahun saya stagnan menduduki jabatan dalam eselon yang sama.

3.    Ditinjau dari warga di luar DKI Jakarta, dengan bercermin dari kebijakan dan program yang dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta, dapat diterapkan juga di daerah lain. Diantaranya adalah :
a.    Program KJP, dengan besaran  dana tunai Rp 240,000.00/bulan untuk siswa SMA/SMK/MA, Rp 210,000.00/bulan untuk siswa SMP/MTs, dan Rp 180,000.00 untuk siswa SD/MI yang secara bebas dapat digunakan untuk kepentingan membeli peralatan sekolah dsb. Sungguh akan memberikan arti yang besar bagi orang tua yang memiliki keterbatasan ekonomi.
b.    Program Kampung Deret, dengan besaran dana pembangunan rumah sebesar Rp 1,500,000.00/m2 dan maksimal untuk luasan rumah 36 m2. Memiliki arti yang besar bagi keluarga yang belum memiliki hunian yang layak dan sehat.

Sejalan dengan hal di atas, secara pribadi saya memberikan apresiasi atas kesediaannya membalas, menanggapi dan menindaklanjuti usulan, masukan konstruktif  maupun sekedar menjawab yang ditanyakan masyarakat melalui sms ke Jokowi, pada hp No : 0817441111 atau 081282239001, Basuki  Tjahaya Purnama,pada hp no : 081314345915 atau 0811944728.  

Dari uraian singkat di atas, kesimpulan yang saya peroleh adalah “Jokowi memang beda dengan pemimpin negeri yang lain dan dari rekam jejaknya akan memiliki manfaat yang luar biasa bagi bangsa ini”. Masing banyaknya pendapat negative tentang Jokowi, lebih disebabkan “adanya kepentingan kelompok yang terganggu bahkan mungkin tujuannya tidak tercapai, padahal sudah mengeluarkan daya dan tenaga yang besar”, bisa dimaklumi.


Pada akhirnya, silahkan untuk dicermati, disimpulkan, ditetapkan, diputuskan untuk selanjutnya dilakukan tindakan utamanya pada Pemilu Pileg, 9 April 2014 yad dan Pilpres Tahun 2014. Salam saya.  

Wednesday, March 12, 2014

BENTUK KEGIATAN CALEG DPR/DPRD AGAR SESUAI DENGAN KEMAUAN MASYARAKAT DAN BERMANFAAT BAGI DIRINYA

Saat ini tengah masa sosialiasi para caleg DPR/DPRD Tahun 2014 dengan berbagai cara, baik langsung maupun tidak langsung. Dari sekedar mengenalkan diri secara tidak langsung antara lain melalui spanduk, banner dan baliho maupun dengan cara langsung indivudal dari door to door sampai dengan menjadi sponsor kegiatan masyrakat dan masih banyak variasi bentuk kegiatan lainnya. Saya melihat mereka menerima setiap caleg dari berbagai Parpol yang mendatanginya, termasuk menerima “pemberiannya”, baik berupa kaos, kerudung, uang, dukungan kegiatan, fasilitas kunjungan wisata dan lainnya. Sebagian dari mereka menyampaikan “gak apa apa menerima pemberian caleg, masalah memilih nanti terserah kata hati saja”, hal ini dapat menjadi indikasi “masyarakat telah cerdas” dan mungkin akan berakibat “pemberian para caleg sia-sia” yang dapat diartikan lebih lanjut “biaya yang telah dikeluarkan para caleg tidak mencapai tujuan yang diharapkan”. Sejenak lagi, mulai 16 Maret 2014 akan dilakukan kampanye terbuka, visi dan misi akan disampaikan kepada masyarakat calon pemilih. Hemat saya masih banyak calon pemilih yang dapat “memahami dengan benar arti dari visi dan misi yang akan disampaikan”, masyarakat akan lebih mudah memahami “bentuk kongkrit apa yang telah, sedang dan akan dilakukan para caleg”. Bentuk kongkrit yang memperoleh point tertinggi bagi masyarakat calon pemilih (kemauan masyarakat), terdiri dari beberapa gradasi, tergantung dari strata sosial masyarakat. Untuk masyarakat kelas terbawah, akan mengacu pada “manfaat jangka pendek yang dapat berkelanjutan” dan pada kelas menengah ke atas akan mengacu pada ”perolehan kenyamanan pada masa mendatang secara berkelanjutan”. Hal yang terbaik bagi para caleg adalah melakukan kegiatan kongkrit yang sesuai dengan “kemauan masyarakat dan secara ikhlas memilihnya pada saat Pemilu”, tidak menjadi beban besar dan dapat memberikan manfaat bagi dirinya secara berkelanjutan, termasuk manakala tidak terpilih sebagai anggota legislatif. Beberapa bentuk kegiatan dimaksud adalah sebagai berikut : 01. Meningkatkan usaha ekonomi masyarakat sehingga memiliki usaha memiliki keuntungan yang signifikan, misalnya menyediakan bahan produksi yang murah dan mudah didapat maupun membantu pemasaran hasil usahanya. 02. Menciptakan usaha baru masyarakat di berbagai bidang usaha sesuai dengan potensi lokal dan terbuka peluang pasarnya (lihat tulisan “Peluang Usaha” dalam di blog saya ini). 03. Menciptakan berbagai usaha untuk melestarikan lingkungan hidup yang sehat dan lestari pada area permukiman masyarakat tertentu secara berkelanjutan. Akhirnya semoga tulisan singkat di atas dapat memberikan warna tersendiri pagi para caleg, selamat berjuang semoga sukses tanpa ekses. Saya akan membantu memilihkan jenis bentuk kegiatan, apabila diperlukan.

Thursday, January 23, 2014

YUK.... MEMANDIRIKAN PONDOK PESANTREN (PONTREN)

Mengotak atik kata “santri” dan “cantrik (Bahasa Jawa)”, sepertinya terdapat “persamaan dan kesamaan” dalam makanya. Menurut saya dari berbagai referensi yang saya peroleh, istilah cantrik telah muncul semenjak zaman sebelum Agama Islam masuk di negeri ini, yang apabila didefinisikan secara sederhana :  “orang yang dalam waktu tertentu tinggal dan mempelajari ilmu maupun keterampilan pada pihak tertentu, tidak membayar dan tanpa memperoleh pembayaran dalam bentuk uang”.

Pihak tertentu dimaksud dapat berupa orang maupun lembaga yang memiliki keilmuan, keterampilan maupun kekuasaan tertentu. Lembaga tertentu dimaksud diantaranya dalam bentuk Padepokan (Jawa) dengan keilmuan di bidang “seni bela diri, seni tari dsb”.

Selama para “cantrik” mempelajari ilmu dan keterampilan dimaksud, mereka juga secara bersama-sama turut mengelola berbagai sumber yang ada maupun dimiliki padepokan yang kadang tidak berkaitan langsung dengan bidang ilmu dan keterampilan yang dipelajarinya, sehingga tata kehidupan padepokan tetap dapat terjaga secara mandiri. Diantaranya, bertani, berkebun, berternak dan berbagai kegiatan lainnya, termasuk memasak, membatik,menenun dsb.

Dari gambaran di atas, dapat di lihat dari beberaa sudut pandang, antara lain dari sudut pandang ekonomi, maka para cantrik dapat dimasukkan dalam ranah “tenaga kerja”, hasil pekerjaannya digunakan untuk kelangsungan dan pengembangan padepokan.  Oleh karena itu setelah cantrik menyelesaikan programnya dan kembali ke daerah asalnya maupun menetap di daerah baru, mereka dapat mempraktekkan keilmuan dan keterampilan yang diperoleh dari padepokannya, baik ilmu dan keterampilan yang merupakan fokus utama maupun ilmu dan keterampilan lain untuk mendukung.

Dengan masuknya Agama Islam di negeri ini, mungkin tata kelola kehidupan padepokan dimaksud telah menginspirasi para tokoh agama yang dalam rangka mengembangkan “syiar Islam”, membentuk dan mengembangkan “Pondok Pesantren”. Dalam hal ini, terjadi perubahan istilah dari “cantrik menjadi santri” dan “Padepokan menjadi Pondok”, yang mencirikan adanya pembeda pada fokus yang dipelajari yakni di bidang agama Islam, sedangkan di “ilmu dan keterampilan” lain masih tetap sama yakni di bidang tata kehidupan ekonomi, sosial, budaya, lingkungan hidup dsb.

Bertolah dari pemikiran dimaksud, kiranya tidak berkelebihan manakala saya berpikir bahwa semestinya Pondok Pesantren dapat dikelola secara mandiri tanpa membutuhkan “bantuan maupun dukungan dari pihak eksternal”, yakni dengan mendayagunakan para santri dalam mengisi kegiatan kesehariannya. Dengan tidak adanya “ketergantungan” daripihak lain, maka eksistensi Pondok Pesantren akan semakin diakui, termasuk dengan berbagai kekhasan yang dimilikinya.

Pengembangan daya nalar dan kreasi cerdas para Pengelola Pondok Pesantren dengan bertumpu pada “potensi kearifan lokal perlu dicari, digali, diciptakan dilaksanakan dan dikembangkan”, mungkin menjadi salah satu kata kunci. Perwujudan kongkritnya adalah apabila  para santri dalam kegiatan keseharian, di samping mempelajari ilmu dan keterampilan Agama Islam juga mempelajari maupun melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan lain yang potensial dan jenisnya telah sesuai dengan minat dan bakat masing-masing santri.   

Tantangan bagi para pengelola adalah dalam menetapkan pilihan jenis pekerjaan-usaha yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing santri. Oleh karena itu, sebagai inspirasi di bawah ini saya tuangkan beberapa jenis usaha (hasil kajian aksi saya, 1993-2014) yang mungkin dapat dipilih untuk dilakukan :
01.     Memproduksi Biang Bakteri Pengurai Penghilang BauTidak Sedap dan Turunannya
02.     Memperoduksi Pestisida Organik asal Air Ludah Santri pada pagi hari
03.     Memproduksi Pupuk Organik dengan bahan utama  Tinja para Santri, Kotoran Ternak dsb
04.     Memproduksi Kompos Organik
05.     Memperoduksi Pakan Ternak Organik dengan bahan utama limbah sisa makan para santri dsb
06.     Memroduksi Tasbih bahan baku manik-manik.
07.     Memproduksi Kain Khas dengan Pewarna Alami dengan teknik Ecostamp
08.     Memperoduksi Berbagai Snack asal local yang didesign khas
09.     Memproduksi Aneka Kerajinan Kayu dan Bambu
10.     Berternak Ikan, Ayam (Kampung, Hias), Itik, Kambing/Domba, Sapi, Kerbau dsb, baik pembiakan maupun penggemukan dan menyediakan Pejantan Unggulan
11.     Budidaya Sayur Mayur, Pisang dengan Pola Tanam dan Panen Harian
12.     Budidaya Pohon Kayu (Jati, Sengon, Mahoni, Bambu dsb) dengan Pola Tanam dan Panen Bulanan
13.     Usaha Jasa di bidang IT


Akhirnya, bagi yang berminat untuk melaksanakannya, saya dapat memberikan acuan teknis  maupun managemen terkait dengan jenis usaha yang dipilih. semoga tulisan saya kali ini cukup membumi dan dapat dimanfaatkan, semoga Allah Swt senantiasa dengan karuniaNya. Amien.

Tuesday, January 14, 2014

MENGHILANGKAN KEKECEWAAN DENGAN MEWUJUDKAN ANGAN-ANGAN

Salah satu kalimat bapak Mertua saya yang menancap di hati saya adalah “MENUNDA PEKERJAAN SAMA JUGA MENANGGUNG PENDERITAAN DAN KEKECEWAAN”. Saya rasakan sungguh benar kalimat itu, lantaran saya sering menundanya, termasuk saat masih sekolah untuk “belajar maupun mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR)” yang berujung pada malam sebelumnya “ekstra keras untuk menyelesaikannya” yang kadang hasilnya tidak memuaskan.

Apabila kalimat di atas diperluas juga sebagai “falsafah hidup”, kiranya masih tetap sejalan dalam kehidupan manusia. Tuhan mengkaruniai manusia untuk senantiasa “memiliki ide, gagasaan maupun pemikiran (angan-angan) untuk berbuat sesuatu maupun mendapatkan sesuatu” setiap tidak tidur,  sebagian tetap dalam angan-angan dan sebagian lain berubah menjadi tindakan.

Seiring dengan berjalannya waktu yang terus maju maupun usia yang terus bertambah,  sebagian “angan-angan yang tidak dijadikan tindakan” akan menghasilkan “kekecewaan” bahkan “penyesalan”, kalimat yang muncul dalam hal ini adalah “coba, kalau dulu itu saya lakukan, maka…..”. Oleh karena itu tulisan saya kali ini adalah menyangkut “pengurangan atau penghilangan kekecewaan-penyesalan di masa nanti”.

“Masa nanti”, dalam satuan waktu bisa jadi “sangat panjang” bagi manusia yang diukur sampai ke titik “kematian menjemput”, tetapi juga dapat menjadi “sangat pendek” apabila dikaitkan dengan “jenis perbuatan apa yanag harus dilakukan”. Dalam perjalanan hidup saya, angan-angan yang muncul diominasi dengan jenis perbuatan untuk masa waktu yang “sangat pendek”.

Angan-angan perbuatan dalam waktu yang sangat pendekpun ternyata masih sangat banyak dan seakan tidak cukup waktu untuk menjangkaunya. Keterampilan dan kecerdasan untuk memilah, memilih angan-angan mana yang harus dirubah menjadi suatu perbuatan-tindakan untuk mewujudkannya. Pertimbangan akan adanya pengaruh dari sisi horizontal, vertikal dan diagonal  semakin banyak akan menjadikan menghasilkan “pengambilan keputusan berbuat yang terbaik bagi kita”.

Suatu pengambilan keputusan untuk masa yang sangat pendek untuk satuan waktu 1 tahun (12 bulan), dipengaruhi dengan banyak factor, diantaranya yang menonjol adalah iklim, musim, momentum, strategi dsb.  Sebagai contoh dalam meralisasikan angan-angan untuk memperoleh penghasilan (tambahan penghasilan) pada tahun 2014 yang dapat dikerjakan sendiri dengan relatif mudah yang dimulai pada bulan Januari 2014 (Jabodetabek) antara lain ini adalah :
01.     Berternak Penggemukan Ayam Kampung dengan target panen pada saat Lebaran (Iedul Fitri) Agustus 2014.  
02.     Berternak Penggemukan Kambing/Domba, dengan target panen saat Iedul Adha, Oktober 2014
03.     Budidaya Cabai, dengan target panen April 2014 karena saat ini adanya hujan yang berlebihan kurang kondusif untuk tanaman cabai, yang  akan berakibat gagal panen dan dipastikan harga cabai akan naik.
04.     Budidaya Pisang Raja, dengan target panen bulan September 2014, karena pada saat banyak orang Jawa yang menikah.
05.     Budidaya Pepaya, dengan target panen mulai bulan Juli 2014 karena saat musim kemarau, permintaan papaya meningkat.


Dalam hal jenis usaha (perbuatan), masih banyak jenis-jenis usaha yang dapat dipilih untuk dilakukan, contoh di atas hanya sebagai pembuka saja. Maknanya, angan-angan segera pilah dan pilih untuk dijadikan rencana yng secara proporsional dapat dilakukan.

Thursday, January 2, 2014

ALTERNATIF MENGISI KEGIATAN/USAHA TAHUN 2014

Ucapan “SELAMAT TAHUN BARU 2014” saya sampaikan kepada para pembaca blog saya terkasih, dengan lanjutan ucapan “MAU NGAPAIN, UNTUK APA DAN APA YANG AKAN DIDAPAT PADA TAHUN 2014 INI ?”. Intinya, bagi saya tak sekedar untuk “mengucapkan”, tetapi “bersikap, merencanakan dan memutuskan untuk berbuat pada tahun 2014” akan jauh lebih penting dari pada hanya “ucapan selamat”.

 Terkait untuk “berbuat”, bagi pembaca yang telah memiliki pekerjaan/kegiatan tetap relatif lebih mudah memutuskan, tetapi bagi yang ingin mengisi sisa jam produktif harian, menjelang pension sebagai pegawai maupun bagi yang belum memiliki pekerjaan/kegiatan tetap mungkin akan “sulit memutuskan”.  Oleh karena itu tulisan kali ini akan bertolak dari kajian aksi yang telah berhasil dan tengah terus dikembangkan,  salah satunya adalah “MEMBUAT LARUTAN BIANG BAKTERI (BB) DAN TURUNANNYA”.  

Uraian singkat terkait membuat/memproduksi Larutan BB dan turunannya adalah sebagai berikut :  
1.    Membuat Biang Bakteri, rumusan racikan “sederhana”, langkahnya :
a.       Cacah/blender 2 kg batang pisang busuk yang telah berwarna coklat (jenis apa saja), campurkan dengan ½ kg gula merah yang digerus, 10 batang cacahan kangkung, 10 lembar cacahan daun papaya,  dan 1 buah papaya matang /10 buah pisang matang/1 buah nanas (bisa hanya kulitnya)
b.      Masukkan seluruh bahan di atas ke dalam wadah yang dapat ditutup rapat (jerigen/ember/bekas cat tembok), tuangkan 20 liter air, diaduk dan tutup rapat serta letakkan pada tempat yang terlindung.
c.       Pada hari ke-3, ambil larutannya dengan menyaring dan masukkan ke dalam botol dan tutup rapat dan setiap 24 jam, buka tutup botol sejenak untuk mengeluarkan gas dan tutup kembali.
d.      Pada hari ke-7, umumnya gas telah habis/tidak keluar yang berarti Larutan Biang Bakteri telah terbentuk sempurna dengan cirri fisik : baunya harum seperti bau tape, warna larutan coklat dan gas tidak muncul.
2.    Membuat Turunan Larutan Biang Bakteri atau dapat diistilahkan memanfaatkan larutan Biang Bakteri antara lain :
a.       Membuat Pakan Kambing/Domba dengan langkah dan manfaat :
1)      Langkah, Cacah batang pisang segar 10 kg dicampur dengan ½ tepung terigu/ampas tahu, ½ kg dedak dan 20 gram garam dapur, berikan 20-50 cc larutan BB. Diamkan minimal 3-5 jam  dan berikan ke Kambing/Domba sesuai dengan kebutuhannya.
2)      Manfaat :
a)         Kambing/Domba semakin sehat,  bugar dan cepat gemuk karena komposisi kandungan pakan yang kaya protein juga bakteri yang akan memperbaiki pencernaannya
b)        Kambing/Domba tidak akan mengeluarkan bau yang tidak sedap, termasuk kotorannya tidak akan mengundang lalat.
c)         Kotoran akan cepat hancur yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk kandang.
d)        Mengatasi kesulitan mencari pakan saat musim kemarau.  
b.      Membuat Pakan Ikan Lele Penggemukan dengan langkah dan manfaat :
1)    Langkah, Cacah/blender batang pisang segar sampai halus 10 kg dicampur dengan tepung terigu/ampas tahu ½ kg, ½1 kg dedak dan 3kg hewani (cacing, keong, ikan dsb), berikan 20-50 cc larutan BB. Diamkan minimal 12 jam, jemur sampai kering   dan berikan ke ikan sesuai dengan kebutuhannya.
2)    Manfaat :
a)         Lele semakin sehat,  bugar dan cepat gemuk karena komposisi kandungan pakan yang kaya protein dan sesuai dengan selera ikan, usia 80-90hari dengan isi 7-9 ekor/kg
b)        Mengatasi biaya pembelian pakan ikan yang semakin mahal.  
c.       Membuat Pupuk Cair dengan langkah dan manfaat :
1)    Langkah, campur 10 kg kotoran kambing/domba/ayam/kelinci/sapi dengan 1 kg cacahan batang pisang segar, ¼ kg gula merah dan ½ liter larutan BB. Masukkan seluruh bahan di atas ke dalam wadah yang dapat ditutup rapat (jerigen/ember/bekas cat tembok), tuangkan 20 liter air, diaduk dan tutup rapat serta letakkan pada tempat yang terlindung. Pada hari ke-30, ambil larutannya dengan menyaring dan masukkan ke dalam botol dan tutup rapat dan setiap 24 jam, buka tutup botol sejenak untuk mengeluarkan gas dan tutup kembali. Apabilagas sudah tidak muncul, berarti pupuk cair sudah dapat dimanfaatkan.
2)    Manfaat,  untuk memupuk segala jenis tanaman, baik akar batang maupun daun.   

Dari uraian singkat di atas, kiranya telah dapat memberikan inspirasi untuk berbuat apa, terlebih dikaitkan dengan hal-hal yang sifatnya pragmatis sebagai contoh melakukan kegiatan usaha Penggemukan Kambing/Domba/Sapi yang akan dijual pada Iedul Adha pada bulan Oktober 2014 yang akan dating, budidaya Pisang Raja yang mengambil momentum panen pada bulan Besar (Jawa) yang umumnya suku Jawa akan banyak melangsungkan pernikahan.

Hasil Kajian Aksi lain masih tersedia, dan bagi yang berminat maupun akan minta penjelasan dapat mengirimkan  surat ke email saya singgihpraptanugraha@yahoo.com atau bagi yang ingin “membuktikan secara visual” boleh juga berkunjung ke tempat saya setiap saat di Jl. Raya Krukut No. 90, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.


Akhirnya, saya yakinkan bahwa kita masih kaya raya dan lingkungan kita sangat mendukung, mari kita isi tahun 2014 dengan kegiatan yang berarti dan memberikan makna yang luas bagi bangsa ini.

Friday, December 27, 2013

PERWUJUDAN KEGIATAN/USAHA SAYA PERIODE 1 DESEMBER 2012- 30 NOVEMBER 2013

Bulan Desember 2013 ini adalah tahun ke 2 saya memasuki masa pensiun, semenjak 1 November 2012 sampai 30 November 2013 beberapa hal telah berhasil saya lakukan dan terus saya kembangkan. Hasil dimaksud merupakan perencanaan jangka yang sangat panjang, karena sudah saya rencanakan dan dipersiapkan semenjak tahun 1993. Beberapa diantaranya menurut saya menarik untuk saya tuangkan dalam blog ini, antara lain :
01.     Menjaga kestabilan “penghasilan bulanan”  bertujuan agar penghasilan yang saya peroleh sebagai PNS “tidak berkurang”. Hal yang saya lakukan adalah membuat usaha kontrakan yang saya mulai semenjak tahun 2006 dan saat ini berhasil dibangun sebanyak 35 pintu, dengan perincian 3 dalam bentuk rumah, 2 dalam bentuk toko dan 30 dalam bentuk kamar. Dalam membangun usaha kontrakan ini saya lakukan secara bertahap dan dari penghasilan usaha kontrakan untuk membangun kontrakan baru, demikian seterusnya.
02.     Menjaga kestabilan “otak yang harus terus berpikir dan badan yang terus bergerak (konteks kesehatan jasmani)” agar “aktivitas biasa saat menjadi pegawai tetap dapat saya lakukan”. Hal ini menurut hemat saya “mutlak perlu dilakukan”, terlebih dari kegiatan pada point 01 di atas yang terjadi adalah “passif income”, mudahnya “gak ngapa-ngapin” sudah dapat penghasilan. Perbedaan yang paling menonjol adalah dari sisi “orientasi”, kalau semasa PNS pada “karir dan kinerja”  sementara saat ini lebih tertuju pada “manfaat bagi masyarakat luas”.

Kongkritasi bentuk kegiatan/usaha yang memberikan “manfaat bagi masyarakat luas” dan berhasil saya wujudkan sampai tanggal 30 November 2013 dan masih terus daya perdalam adalah :
01.     Berternak Ikan Lele, pembiakan, penggemukan (Pembesaran), penyediaan pakan sendiri dan media  “kolam tumpuk/tingkat”.  Usaha ini bertujuan memberikan “contoh” usaha yang sangat “efisien” ditinjau dari berbagai sudut pandang. Efisiensi dimaksud dapat dilihat dari sisi :
a.       Pembiakan, dilakukan untuk memperoleh bibit penggemukan sendiri dan sebagian lain dijual untuk membeli bahan pakan dan upah tenaga kerja
b.      Penggemukan, diarahkan untuk dapat menyediakan Ikan Lele Konsumsi setiap hari yang akan memberikan hasil adanya pendapatan harian dan meningkatkan “bargaining power” pada konsumen.
c.       Penyediaan Pakan sendiri, bertujuan memperoleh pakan berkualitas dengan harga murah, sehingga nilai keuntungan jauh lebih tinggi dibanding dengan membeli pakan (pellet). Pembuatan pakan sendiri ini termasuk berternak cacing, keong mas, bekerjasama dengan usaha peternakan ayam pedaging dan mengembangkan teknik meracik pakan yang sesuai dengan kualifikasi Ikan Lele.
d.      Pembuatan Kolam Tumpuk, bertujuan mengefisiensikan pemanfaatan lahan. Diawali dengan pemikiran mahalnya harga tanah (prinsip keekonomian), tanah lurus ke bawah dan lurus ke atas tetap milik saya, juga perilaku Ikan Lele yang tidak terpengaruh penyinaran matahari. Diiringi dengan efisiensi pemanfaatan air kolam yang diberikan treatmen agar kualitas terbaik air kolam tetap terjaga  
02.     Berternak Domba dengan prioritas tujuan pada Penambahan Berat, Penyediaan Pakan Mudah Berkualitas dan tidak menimbulkan Bau tidak sedap. Gambaran hasil yang telah terwujud adalah :  
a.       Penambahan Berat, rata-rata berhasil bertambah berat 3-5 kg/bulan
b.      Penyediaan Pakan, membuat pakan dengan bahan utama Gedebog Pisang yang diracik dengan Tepung Terigu (Ampas Tahu/Roti kadaluwarsa), Dedak, Garam dan diberikan Biang Bakteri dengan proses fermentasi. Memberikan hasil pada tingkat kesehatan yang prima, penambahan berat signifikan dan tidak ditemukan bau yang tidak sedap.
03.     Pembuatan Biang Bakteri (BB), bertujuan secara meluas untuk turut melestarikan lingkungan hidup baik untuk diri sendiri maupun sekitar. Pembuatan BB ini bertolak dari “pelatihan Pendidikan Orientasi Masa depan, Unesco, Tahun 1995 yang dalam skala mikro saya terapkan sendiri”. Bahan baku utama pembuatan BB adalah “Gedebog Pisang Busuk dan Gula Merah”. Hasil yang dapat mewujud sampai saat ini adalah memanfaatkan BB untuk :
a.       Menjaga kualitas air
b.      Fermentasi Pakan Ikan, Pakan Ternak Domba dan Pakan Kelinci
c.       Membuat Pupuk Cair Organik
d.      Membuat Pestisida Organik
e.      Membuat Kompos Organik
f.        Membuat Jamu Ternak (bahan minuman)
g.       Menguraiakn tinja dalam septic tank sehingga tidak akan penuh dan tidak perlu disedot
h.      Menjaga saluran/got air kotor agar tidak mampet dan berbau busuk
04.     Menyebarluaskan contoh-contoh kegiatan di atas pada masyarakat yang membutuhkan dan sampai hari ini sudah diikuti sebanyak 321 orang berasal dari Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Subang, Kendari dan Sukabumi.
05.     Dalam proses kajian menerus sebanyak 12 jenis usaha/kegiatan yang belum dapat dituangkan.


Akhirnya, saya berharap tulisan di atas dapat memberikan inspirasi untuk berbuat, sering saya ungkapkan bahwa Tuhan memberikan kita waktu 24 jam/hari, kalau 6 jam untuk tidur, 4 jam untuk macam-macam, mestinya 14 jam dapat kita lakukan untuk berbuat yang bermanfaat. Salam.

Thursday, November 21, 2013

MENUJU KENEGARWANAN

Sejenak lagi, tepat setahun saya pensiun sebagai PNS dan tetap dengan tegar melangkah dalam tapak jalan hidup, semoga Allah Swt senantiasa dengan karunia-Nya, amien.  Dari semenjak 01 Desember 2012 sampai dengan saat ini, lumayan banyak “kajian aksi” yang kiranya dapat bermanfaat untuk bangsa ini, lantaran itulah secara bertahap akan saya sajikan dalam blog saya ini.

Pemaparan hasil kajian aksi yang saya lakukan, benar-benar tanpa maksud untuk mengambil untung dalam arti “materi”, namun merupakan informasi yang dapat menjadi inspirasi maupun mengedukasi pembaca untuk memanfaatkannya bagi kepentingan sendiri maupun bangsa ini. Oleh karenanya tidak ada hal yang disembunyikan maupun terdapat kepentingan “ekonomi” dibaliknya.

Saya bukan orang munafik yang tidak seakan tidak perlu “materi”, terlebih pada saat ini sebagai seorang ayah masih memiliki 3 tugas pokok, yakni membiayai kuliah si bungsu yang tengah skripsi di ITB, menikahkan si sulung dan tentu saja akan tiba saatnya untuk menikahkan si bungsu. Namun demikian, dari berbagai hal yang telah saya persiapkan semenjak tahun 1977, kiranya telah dan akan cukup untuk memenuhinya, wajarlah sudah masayanya saya “berbagi” dan wajar pula saya tengah ‘MENUJU KENEGARAWAN”.

Bagi saya makna seserorang yang menyandang atau memiliki jiwa “kenegarawanan” adalah manakala orang itu “sudah tidak membutuhkan upaya untuk kepentingan ekonomi bagi dirinya lagi karena sudah cukup terpenuhi dan seluruh dayanya mutlak dicurahkan untuk kepentingan bangsa”.  Saya berharap dapat menjadi “orang seperti itu”, semoga Allah Swt membeirkan ridho-Nya dan para pembaca tidak memiliki syak wasangka atas sajian tulisan dalam blog saya.

Saya banyak menemui para pembaca blog saya dan teman yang telah berhasil memanfaatkan hasil kajian aksi yang saya lakukan, sebagian dari mereka telah menjadi pengusaha sukses dan sebagian lain dalam tahap menuju menjadi pengusaha sukses. Saya sangat bergembira, lantaran mereka juga mengajak masyarakat untuk turut serta sebagai pekerja, bermitra maupun tertular untuk mengikuti jejaknya.


Akhirnya, saya berharap adanya signifikansi antara langkah saya “menuju kenegarawan” dan “kiprah pengguna kajian aksi yang saya lakukan” untuk kepentingan bangsa ini. Saya meyakini, bangsa ini adalah bangsa yang kaya lantaran kekayaan bumi pertiwi yang melimpah dalam pengelolaan lingkungan yang ramah.