Refleksi bisa diartikan sebagai
“pantulan bentuk aslinya”, seperti saat kita kita “bercermin di dalam cermin
terdapat bayangan kita secara utuh dan bisa dicermati secara detail pada
masing2 bagian”. Salah satu yang dapat kita cermati sebagai releksi pada akhir
tahun 2015 adalah “kinerja kita dikaitkan dengan hasil yang kita perolah.
Kinerja kita artikan “jam bekerja produktif selama tahun 2015” dan “hasil
adalah materi yang diperoleh selama tahun 2015”. Secara umum dalam setahun
untuk jam kinerja dapat digunakan standar 8 jam kerja/hari x 211 hari (jumlah
hari efektif/tahun) = 1,688 jam kerja minimal untuk produktif yang menghasilkan
materi. Materi, dapat kita gunakan UMR, misalnya untuk Provinsi DKI Jakarta
adalah Rp 3,200,000/bulan x 12 bulan = Rp 38,400,000, atau nilai/jam kerja
adalah Rp 38,400,000 : 1,688 jam = Rp 22,749/jam kerja. Semestinya, kalau
bicara jam produktif harian (jam kinerja), juga dapat dihitung dari tersedianya
waktu 24 jam/hari, maka secara normal 6 jam digunakan untuk tidur, 4 jam untuk
macam2 (mandi, makan, waktu di jalan) dan masih tersisa 14 jam yang disebut jam
produktif. Apabila dihitung lebih lanjut, masih tersedia 6 jam kinerja x 211
hari = 1,266 hari x Rp 22,749 = Rp 28,800,234 dan apabila benar2 difullkan maka
minimal pada tahun 2015 penghasilan kita adalah Rp 38,400,000 + Rp 28,800,234 =
Rp 67,200,234. Ini penghasilan minimal yang mestinya didapatkan, sudahkah
diperoleh ?. Silahkan dihitung, apabila belum silahkan dicari “salahnya di mana”,
gunakan sebagai masukan untuk menetapkan strategi kinerja dan target
penghasilan tahun 2016 yang akan dimulai 5 hari lagi. Manusia, bukan seperti ayam
jantan yang memiliki rutinitas pada pagi hari “berkokok, keluar dari kandang, cari makan,
merayu betina dan mengawininya’. Bingung ?, kita diskusikan.
Saturday, December 26, 2015
Friday, December 25, 2015
PENDALAMAN MATERI “MAKANAN/NUTRISI TANAMAN”
Umumnya masa tanaman dibagi menjadi 2 bagian yakni masa vegetatif dan masa generatif, tetapi
dalam group SIS saya bagi menjadi 3 bagian masa, yakni masa 0-ABG, ABG-Remaja
& Remaja-Dewasa. Pada ke-3 masa dimaksud memang terlihat sekali jenis
makanan/nutrisi dominan yang sangat berbeda, yakni masa O-ABG, harus dominan N,
masa ABG-Remaja harus dominan P, N mulai menurundan pada masa Remaja-Dewasa,
Dominan K kemudian P, N harus NOL dan pada ketiga masa makanan lainnya sekedar
ada. Agar lebih kongkrit :
1. Ukuran masa,
a. Tanaman usia panen 3
bulan, 0-28 hari adalah masa O-ABG, usia 29-49 hari adalah masa ABG-Remaja,
>49 hari sd panen, masa Remaja-Dewasa. Contohnya, tanaman Cabai, Padi,
Jagung dsb
b. Tanaman usia panen 7
bulan, 0-84 hari adalah masa 0-ABG, usia 85-140 hari adalah masa ABG-Remaja,
>140 hari sd panen, Remaja-Dewasa. Contohnya, tanaman Singkong, Pisang
(kecuali pisang Kepok, Pepaya dsb
c. Tanaman usia panen 12
bulan, 0-120 hari adalah masa 0-ABG, 121-210 hari adalah masa ABG-Remaja,
>210 hari sd panen adalah masa Remaja-Dewasa. Contohnya, tanaman Pisang
Kepok
d. Tanaman Kayu masa
panen >5 tahun, panen musim (rambutan dsb) rumusannya terpisah)
2. Banyaknya makanan yang
diperlukan, rumusan umumnya adalah, unsur N (terbanyak) sekitar 5% dari berat
tanaman, unsur P sekitar 4.5% dari berat tanaman dan unsur K sekitar 4% dari
berat tanaman. Dalam pemberian makanan, perhitungan dimaksud dalam bentuk “kisaran”,
angka “tepatnya”, akan sulit dicapai. Seperti manusia makan 3 kali sehari,
ukuran kisarannya sebanyak 1 piring makan.
3. Bahan makanan, produk
pabrikan dalam bentuk pupuk kimia dan ada yg bahan organik, misalnya untuk N,
dari daun trembesi 5%-7%, daun lamtoro 3%, urine kelinci 2,4%, kohe kambing
2%-2.4% dsb. Untuk unsur P, dari kulit manggis 14%, hewani protein tinggi dan unsur
K dari kulit pisang 14%.
4. Pupuk Kimia sudah
siap tersaji untuk dikonsumsi, sedang yg
dari bahan organik perlu waktu untuk diolah sampai siap disajikan. Agar lebih
cepat dapat menggunakan Bio M atau Bio PPK dengan waktu sekitar 2 minggu
sebelum diberikan.
5. Akibat salah dalam memberikan
makanan, misalnya kebanyakan N, akan mati mengering seperti terbakar, pemberian
P sebelum masanya akan kerdil berdaun tua, pemberian K sebelum masanya akan
berbunga dan beruah sebelum masanya.
Silahkan dicermati.
Friday, December 11, 2015
PENDALAMAN MATERI “BISNIS BUDIDAYA PISANG” :
1. TEKNIS :
a. Buat Lubang tanam, 30 cm x 30 cm x 30 cm dan jarak antar tanaman minimal 2 m.
b. Isi 1/3 lubang dengan pupuk kandang matang yang dicampur dengan kompos tanaman lengkap, boleh ditambah dengan cacahan batang pisang, siram Bio 3 sdm/liter air, biarkan 2-3 hari.
c. Bibit, pilih bibit yang bentuknya seperti tombak (ramping daun kecil) setinggi 1 m.
d. Penanaman :
1) Letakkan Bibit di tengah lubang, bekas potongan bonggol akan menjadi arah kebalikan nantinya muncul buah (apabila potongan di timur, buah akan di barat)
2) Urug tanah dan biarkan cekung (bagian tengah lebih rendah dari bagian sampin untuk menampung air maupun saaat diberikan POC
e. Pemupukan :
1) Pupuk dominan unsur N, berikan sampai usia 3 bulan
2) Pupuk Dominan Unsur P, berikan lebih 3 bulan sd usia 5 bulan saat ini pupuk Dominan Unsur N diberikan dalam jumlah yg semakin menurun
3) Pupuk dominan unsur K, diberikan setelah usia 3 bulan sampai menjelang panen, Pupuk Dominan P juga masih diberikan dalam jumlah lebih sedikit dibanding pupuk K.
f. Perawatan :
1) Daun maksimal 5 lembar apabila sudah keluar jantung dan jantung sudah dipotong, sisakan daun 3 lembar
2) Anakan, akan muncul mulai bulan ke-3, maksimal sisakan 2 anakan agar tidak rebutan pakan.
3) Agar buah mulus, bisa ditutup kantung plastik yang diberi lubang pernafasan sebanyak-banyaknya.
g. Hama & Penyakit :
1) Untuk menjaga, semprot Bio PPK seminggu sekali di seluruh body tanaman
2) Buang ulat di daun
3) Apabila terkena Virus Layu Daun dengan ciri daun menguning dan batang berwarna coklat, musnahkan.
h. Panen, tebang saat sudah ada yg matang, atau garis buah (lingir tidak nyata)
2. MANAGEMEN BISNIS :
a. Jenis pisang, pilihlan yang laku dengan harga jual tinggi, untuk Jabodetabek Kepok, Ambon, Raja, Tanduk & Nangka, untuk Kepok masa panen 12 bulan dan lainnya 8 bulan
b. Rencanakan target panen berapa tandan/hari/minggu/bulan. Misalnya : untuk daerah Jabodetabek 1) Target Rp 2,500,000/hari atau Rp 75,000,000/bulan, tanam 50 bibit/hari
c. Target Rp 2,500,000/minggu tanam 50 bibit/minggu atau 7 bibit/hari dst.
Silahkan....
a. Buat Lubang tanam, 30 cm x 30 cm x 30 cm dan jarak antar tanaman minimal 2 m.
b. Isi 1/3 lubang dengan pupuk kandang matang yang dicampur dengan kompos tanaman lengkap, boleh ditambah dengan cacahan batang pisang, siram Bio 3 sdm/liter air, biarkan 2-3 hari.
c. Bibit, pilih bibit yang bentuknya seperti tombak (ramping daun kecil) setinggi 1 m.
d. Penanaman :
1) Letakkan Bibit di tengah lubang, bekas potongan bonggol akan menjadi arah kebalikan nantinya muncul buah (apabila potongan di timur, buah akan di barat)
2) Urug tanah dan biarkan cekung (bagian tengah lebih rendah dari bagian sampin untuk menampung air maupun saaat diberikan POC
e. Pemupukan :
1) Pupuk dominan unsur N, berikan sampai usia 3 bulan
2) Pupuk Dominan Unsur P, berikan lebih 3 bulan sd usia 5 bulan saat ini pupuk Dominan Unsur N diberikan dalam jumlah yg semakin menurun
3) Pupuk dominan unsur K, diberikan setelah usia 3 bulan sampai menjelang panen, Pupuk Dominan P juga masih diberikan dalam jumlah lebih sedikit dibanding pupuk K.
f. Perawatan :
1) Daun maksimal 5 lembar apabila sudah keluar jantung dan jantung sudah dipotong, sisakan daun 3 lembar
2) Anakan, akan muncul mulai bulan ke-3, maksimal sisakan 2 anakan agar tidak rebutan pakan.
3) Agar buah mulus, bisa ditutup kantung plastik yang diberi lubang pernafasan sebanyak-banyaknya.
g. Hama & Penyakit :
1) Untuk menjaga, semprot Bio PPK seminggu sekali di seluruh body tanaman
2) Buang ulat di daun
3) Apabila terkena Virus Layu Daun dengan ciri daun menguning dan batang berwarna coklat, musnahkan.
h. Panen, tebang saat sudah ada yg matang, atau garis buah (lingir tidak nyata)
2. MANAGEMEN BISNIS :
a. Jenis pisang, pilihlan yang laku dengan harga jual tinggi, untuk Jabodetabek Kepok, Ambon, Raja, Tanduk & Nangka, untuk Kepok masa panen 12 bulan dan lainnya 8 bulan
b. Rencanakan target panen berapa tandan/hari/minggu/bulan. Misalnya : untuk daerah Jabodetabek 1) Target Rp 2,500,000/hari atau Rp 75,000,000/bulan, tanam 50 bibit/hari
c. Target Rp 2,500,000/minggu tanam 50 bibit/minggu atau 7 bibit/hari dst.
Silahkan....
Saturday, December 5, 2015
MATERI PENDALAMAN “MEMPERLUAS JARINGAN PEMASARAN PRODUK”
Apabila produk yang
dihasilkan sudah CANTIK/KUALITAS TERBAIK, tetapi tidak atau kurang dipromosikan
secara tepat dan meluas maka pencapaian target yang kita inginkan akan
terganggu. Ibarat “gadis cantik sempurma hanya berada di dalam gua dan tidak
dikenal siapapun”. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mempromosikannya yang
pada gilirannya “sang gadis cantik sempurna dibeli konsumen”. Khususnya produk
Bioaktivator Multiguna (Bio M), masih perlu kerja keras diantaranya karena : 1.
Bukan merupakan kebutuhan primer konsumen 2. Banyak calon konsumen yang belum
tahu dengan benar apa saja manfaatnya 3. Adanya produk pesaing yang mungkin
memiliki kesamaan dsb. Oleh karena itu harus disikapi dengan 1. Menyiapkan
materi promosi yang semakin mendekatkan produk Bio M pada kebutuhan primer
konsumen, misalnya ke arah lingkungan hidup-sanitasi-kebersihan. 2. Menyiapkan
materi baik berupa kalimat, foto, video yang terkait dengan manfaat Bio M dan
sangat dekat atau bersentuhan langsung dengan pola hidup keseharian konsumen 3.
Mempelajari produk pesaing dan secara cermat mencari keunggulan Bio M dibanding
dengan produk pesain, baik manfaat maupun harga dan kemudahan untuk
mendapatkannya. Salah satu bentuk kongkrit yang juga dapat dipilih adalah “MEMBUKA
CABANG PRODUKSI DAN PEMASARAN DI AREA PEMASARANNYA”, dengan langkah pokok : 1.
Mengajak teman/relasi/mitra kerja untuk bekerja sama melakukan produksi &
pemasaran 2. Menyiapkan sebagian alat dan sebagian bahan, khususnya satu bahan
khusus harus diracik sendiri (misalnya aroma) agar tidak dapat ditiru oleh
teman/relasi/mitra kerja. 3. Buat aturan main yang jelas dan terukur. Sebagai
Contoh, apabila dapat terbentuk 10 cabang dan setiap cabang mampu memproduksi dan
menjual 500 liter/bulan kemudian kita mengambil untung bersih Rp 5,000/liter,
maka akan memperoleh income bersih Rp 25,000,000/bulan dan perkembangannya akan
menjadi passive income. Semoga sukses.
Sunday, November 15, 2015
MATERI PENDALAMAN “BISNIS PRODUKSI TANPA PABRIK”
Materi ini sangat
mendesak untuk disampaikan terkait sejenak lagi promosi akan dilakukan melalui
media nasional. Pabrik dalam arti suatu kompleks bangunan yang digunakan untuk
produksi/membuat/menghasilkan produk barang. Kita tetap bisa menjadi produsen
walaupun kita tidak memiliki pabrik. Diantarannya sebagai contoh kasus, akan
memproduksi Bio M 200 liter/hari, maka yang diperlukan adalah 2 drum ukuran 200
liter sebanyak 60 buah dan kelengkapan lain tentunya. Apabila diletakkan dalam
satu ruang, minimal diperlukan bangunan seluas 120 m2, bukan hal murah untuk
memprsiapkannya. Salah satu alternatif agar target produksi bisa dicapai adalah
sebagai berikut : 1. Mengajak orang lain untuk turut memproduksi di rumahnya
masing2, mereka diberikan peralatan dan bahan yang lengkap 2. Jumlah orang yang
diajak turut memproduksi sampai dengan pengemasan produk tergantung scenario
yang disusun, bisa saja hanya 2 orang yang masing2 memproduksi 1 drum/hari, 4
orang masing2 memproduksi 1 drum/2 hari dst. Bisa juga ditambah orang lain yang
menyiapkan bahan2 utama dan menyerahkan hasilnya kepada yang membuat. 2. Pembayaran kepada mereka dilakukan dengan
system borong kerja 3. Agar rahasia tidak terbuka, salah satu item diracik
sendiri oleh pemilik misalnya larutan gulanya yang diberikan kepada mereka
sudah dalam satuan bentuk dan tinggal dituang (larutan gula bisa ditambah
dengan bahan utama maupun bahan aroma) 4. Pengawasan (quality control) oleh
pemilik di segenap proses. KELEMAHAN : 1. Pemilik dalam melakukan pekerjaannya harus
pindah2 tempat apalagi tempatnya saling berjauhan. 2. Pemilik harus bekerja
lebih keras dan terencana, termasuk untuk melakukan promosi, transaski dan
pengiriman barang. 3. Peralatan kelengkapan lebih banyak dibanding proses
produksi dalam satu tempat dsb.
KEUNTUNGAN : 1. Memberikan pekerjaan pada orang lain 2. Target tercapai yakni
200 liter/hari dengan omzet senilai Rp 3,000/hari atau Rp 90,000 juta/bulan. 3.
Tidak perlu menyediakan sarana bangunan fisik sendiri 4. Tidak terkena aturan
Jamsostek dan semacamnya. 5. Tidak membayar pajak bangunan pabrik dsb. Intinya, masalah “pabrik (bangunan)” jangan
menjadi penghambat dalam berbisnis yang menghasilkan produk barang. Silahkan.
Thursday, November 12, 2015
AREA 1 M2-PUN PUNYA NILAI EKONOMI YANG SIGNIFIKAN DI NEGERI INI
Terkadang kita punya ide atau gagasan untuk “melakukan sesuatu yang menyenangkan dan potensial menghasilkan uang”, tetapi setelah dipikir, ditimbang-timbang akhirnya “idea tau gagasan itu tidak jadi dilaksanakan, salah satunya karena “keterbatasan area/lahan/ruangan atau istilah lain yang terkait itu”. Saya sampaikan contoh kongkrit yang mudah2an bisa menjadi isnspirasi untuk tetap mewujudkannya :
01. Area terbuka seluas 1 m2, budidaya tanaman Cabai Buto/Hias Panen Benih dan panen bibit. CARA : Gunakan polybag ukuran diameter 20 cm dan tinggi 30, dapat ditanam 9 Pohon Indukan Benih (PIB) diletakkan dengan jarak 20 cm antar pohon. Di sela-selanya ditanaman Bibit CaBai Buto untuk Panen Bibit, dengan menggunakan polybag ukuran diameter 8 cm dan tinggi 12 cm – 14 cm, dapat ditanam sebanyak 60 polybag tanpa jarak HITUNGAN EKONOMI : 1. Jual benih pada bulan ke 4, 5 & 6 sebanyak 9 pohon x 10 buah x 40 butir = 3,600 butir x 3 bulan = 10,800 butir a Rp 400/butir (umumnya dijual Rp 500 – Rp 1,500/butir) = Rp 4,320,000 2. Jual Bibit Cabai Buto Usia Remaja (40 hari) 60 pohon a Rp 15,000 = Rp 900,000 x 2 bulan = Rp 1,800,000. Jadi untuk area seluas 1 m2, pada bulan ke 6 dapat menghasilkan Rp 6,120,000. Resiko kegagalan diabaikan.
02. Kamar ukuran 2 m x 3 m, usaha Penetasan Ayam Kampung Pola 3 harian CARA : Siapkan mesin tetas muat 200 butir sebanyak 7 mesin penetas dan lakukan penetasan setiap 3 hari, mulai hari ke 21 akan menetas menerus setiap 3 hari. HITUNGAN EKONOMI : 1. Asumsi menetas 60% atau sebanyak 120 anak ayam (kuthuk/DOD) 2. Jual 120 ekor a Rp 4,000 = Rp 480,000, setiap 3 hari, sehingga hasil/bulan adalah 10 kali panen a Rp 480,000 = Rp 4,800,000. Resiko tidak terjual diabaikan.
Silahkan dicermati, silahkan kalau ada yang akan ditanyaka
01. Area terbuka seluas 1 m2, budidaya tanaman Cabai Buto/Hias Panen Benih dan panen bibit. CARA : Gunakan polybag ukuran diameter 20 cm dan tinggi 30, dapat ditanam 9 Pohon Indukan Benih (PIB) diletakkan dengan jarak 20 cm antar pohon. Di sela-selanya ditanaman Bibit CaBai Buto untuk Panen Bibit, dengan menggunakan polybag ukuran diameter 8 cm dan tinggi 12 cm – 14 cm, dapat ditanam sebanyak 60 polybag tanpa jarak HITUNGAN EKONOMI : 1. Jual benih pada bulan ke 4, 5 & 6 sebanyak 9 pohon x 10 buah x 40 butir = 3,600 butir x 3 bulan = 10,800 butir a Rp 400/butir (umumnya dijual Rp 500 – Rp 1,500/butir) = Rp 4,320,000 2. Jual Bibit Cabai Buto Usia Remaja (40 hari) 60 pohon a Rp 15,000 = Rp 900,000 x 2 bulan = Rp 1,800,000. Jadi untuk area seluas 1 m2, pada bulan ke 6 dapat menghasilkan Rp 6,120,000. Resiko kegagalan diabaikan.
02. Kamar ukuran 2 m x 3 m, usaha Penetasan Ayam Kampung Pola 3 harian CARA : Siapkan mesin tetas muat 200 butir sebanyak 7 mesin penetas dan lakukan penetasan setiap 3 hari, mulai hari ke 21 akan menetas menerus setiap 3 hari. HITUNGAN EKONOMI : 1. Asumsi menetas 60% atau sebanyak 120 anak ayam (kuthuk/DOD) 2. Jual 120 ekor a Rp 4,000 = Rp 480,000, setiap 3 hari, sehingga hasil/bulan adalah 10 kali panen a Rp 480,000 = Rp 4,800,000. Resiko tidak terjual diabaikan.
Silahkan dicermati, silahkan kalau ada yang akan ditanyaka
Wednesday, November 11, 2015
PENDALAMAN MATERI “ TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG PANEN BENIH DI POLYBAG”
A.
PERALATAN, Cangkul, Selang, Ember, Sprayer dsb
B.
BAHAN :
1.
Benih
2.
Polybag ukuran diameter 20 dan tinggi 30
3.
Media Tanam, terdiri dari kohe matang/bahan
organik lain dominan N (daun Lamtoro/Petai Cina, Kulit Nanas, Daun Sengon, Daun
Trembesi dsb) sebanyak 2 bagian, Kompos tanaman lengkap (asal akar, batang,
daun, bunga dan buah) sebanyak 1 bagian dan Abu atau Sekam Bakar sebanyak 1
bagian.
4.
Bioaktivator Multiguna atau Bioaktivator PPK
5.
Larutan ekstrak Daun Sirih atau Kembang Kertas
atau Kembang Kenikir
6.
Pestisida Organik
7.
Pupuk Organik Padat (POP) Dominan N, POP Dominan
P dan POP Dominan K.
C.
LANGKAH POKOK :
1.
Campur media tanam dan ayak, tuangkan bagian
yang halus pada dasar polybag sampai setinggi 1/3 polybag (10 cm), siram Bio M
5 sdm/liter liter atau Bio PPK 3 sdm/liter air, diamkan 24 jam.
2.
Letakkan benih dalam lubang media tanam sedalam
2-3 cm, maksimal sebanyak 2 butir/polybag berjarak sekitar 7cm antar benih, dan
siram air menggunakan sprayer.
3.
Hari ke 4 atau ke 5 akan mulai sprout, semprot Bio
M/Bio PPK dosis seperti terebut di atas tiap 2 hari sekali.
4.
Hari ke 10, tambahkan media tanam yang tidak
terayak sampai setinggi 15 cm dan siram larutan Bio M/Bio PPK dosis seperti
tersebut di atas 2 hari sekali.
5.
Hari ke 25, berikan POP Dominan N sampai
setinggi 20 cm dan siram Bio M/PPK dosis seperti tersebut di atas.
6.
Hari ke 30, semprot bagian tunas dengan ekstrak
Daun Sirih atau Kembang Kertas atau Kembang Kenikir dosis 10 sdm/liter air.
7.
Hari ke 35, berikan POP Dominan P sampai
setinggi 25 cm dan siram Bio M dosis 10 sdm/liter atau bio PPK dosis 6
sdm/liter air
8.
Hari ke 45, berikan POP Dominan K sampai setinggi
30 cm dan siram bio M dosis 10 sdm/liter atau PPK dosis 6 sdm/liter air.
9.
Hari ke 50-55 lakukan seleksi buah, maksimal
sisakan 1 tongkol yang terbaik, buah yang lain dipetik sebelum keluar rambut
sebagai jagung muda atau baby corn (putren)
10.
Lakukan perawatan menerus sampai keseluruhan
batang, daun dan kulit jagung mengering, benih baru dipanen pada hari 90-100
11.
Penjemuran tongkol jagung calon benih sampai
kering untuk diproses lebih lanjut.
D.
CATATAN :
1.
Pencermatan atau pengawasan harus dilakukan
menerus dari awal penanaman sampai panen, termasuk semprot pestisida organik di
seluruh tubuh tanaman seminggu sekali untuk jjaga-jaga jangan sampai ada hama.
Apabila hama muncul, segera lakukan penyemprotan atau pemusnahan.
2.
Larutan ekstrak Daun Sirih atau Kembang Kertas
atau kembang kenikir, dibuat dengan cara merebus ½ kg daun sirih (kalau kembang
kertas atau kenikir sebanyak 1 kg) yang dicampur dengan 2 liter air, sisakan 1
liter air dan disaring. Setelah dinngin, diberikan Bio M 10 sdm atau Bio PPK 5
sdm, masukkan botol berwarna gelap dan tutup rapat. Manfaat penyemprotan pada
bagian tunas tanaman jagung adalah untuk menghindari muculnya jamur atau semut
yang akan mengganggu pertumbuhan tunas.
3.
Jangan dekatkan jagung yang berjenis lain karena
akan menyebabkan perkawinan silang, kecuali memang disengaja untuk
menyilangkan.
E.
BENIH “GRATIS”, bagi peminat serius, saya kasih
benih Jagung Manis Indukan Hawai, produk
CV Bogor Tani Jaya, Jagung Pelangi, jagung Silang Merah Hitam, Jagung Ungu dan
Jagung Hitam (panen sendiri). Silahkan tulis di inbox minat benih jenis yang
mana, nama & alamat lengkap atau mengambil di rumah saya.
Subscribe to:
Posts (Atom)