Usia 8 bulan, tinggi 180 cm, akan panen yang ke-3, rata-rata, 1 kg cabai/panen A. PENGALAMAN & CATATAN :
1.
Pengalaman Tanaman Cabai Rawit Tumbuh Sempurna
dan Tahan Hama-Penyakit :
a.
Proses Penyemaian :
1)
Media Semai, Tanah (top soil/bagian atas), Abu
dan Kompos (matang)/Humus “halus” dengan perbandingan 2:1:1 atau 1:1:1, setelah
dicampur letakkan dan ratakan dalam tempat yang disediakan.
2)
Tempat,
Nampan Plastik (lubang secukupnya)/Besek Bambu/Polybag/Pot dsb, minimal
dapat memuat media semai minimal setinggi 5 cm.
3)
Lokasi, tidak terkena hujan langsung tetapi
memperoleh sinar matahari & lingkungan sekitarnya sehat-bersih
4)
Peletakan benih, media semai dibuat galur
sedalam 0,5cm, benih ditabur dalam lubang galur, tutup kembali & tutup
dengan kain/goni basah selama 3-4 hari.
5)
Hari ke 4-5, mulai tumbuh tunas siram dengan air
secukupnya & pada hari ke 28 atau daun minimal 7 lembar, siap dipindahkan
ke media tanam
b.
Proses Penanaman :
1)
Media Tanam, Media Semai sebanyak 1 kg dicampur
dengan Pupuk Kandang (matang) 1 kg dan letakkan dalam tempat yang disediakan.
2)
Tempat, Polybag, Pot, Bekas Kaleng Cat dsb
dengan ukuran tinggi 30 cm dan Garis Tengah 15-20 cm, di bagian bawah agar
diletakkan pecahan genteng/bata/stereoform setinggi 5 cm untuk memperlancar
aliran air. Peletakan tempat minimal berjarak 20cm antara satu & lainnya.
3)
Lokasi, terkena sinar matahari penuh &
lingkungan sekitarnya sehat-bersih, termasuk tidak berdekatan dengan tanaman
lain yang dapat menularkan hama-penyakit.
4)
Peletakan bibit, masukkan ke dalam media tanam
sedalam 5-7 cm di bagian tengah, sore hari & beri cungkup dari batang
pisang/kardus agar tidak layu pada saat terkena sinar matahari
5)
Biasanya mulai hari ke 3 bibit sudah segar &
cungkup bisa dibuka
c.
Proses Perawatan & Pemupukan :
1)
Perawatan :
a)
Penyiraman, karena tempatnya terbatas lakukan
penyiraman pagi, siang & sore kecuali dalam keadaan hujan
b)
Apabila terdapat tunas baru di ketiak cabang,
agar dipotong
c)
Bersihkan tanaman dari debu-kotoran lain dengan
disemprot air (dapat dicampur sabun, ½ sendok the & 10 liter air) seminggu
sekali
d)
Apabila saat berbunga banyak hujan, upayakan agar
tidak terkena hujan langsung karena bunga akan rontok.
e)
Apabila terkena hama-penyakit, lihat matriks di
bawah.
f)
Setelah panen, remajakan dengan cara
memotong/memangkas cabang yang tua/tidak produktif, media tanam dikurangi 2/3
bagian dan diganti dengan yang baru dst.
2)
Pemupukan :
Pada dasarnya
pupuk yang telah tersedia adalah untuk pertumbuhan tanaman sampai dewasa (siap
berbunga-berbuah), tetapi masih kurang untuk memaksimalkan bunga-buah, untuk
mengantisipasinya dapat menggunakan pilihan :
a)
Pupuk Kimia, nama NPK sebanyak 1 sendok/bulan,
mulai minggu ke 2 setelah ditanam
b)
Pupuk Organik, agar praktis gunakan Pupuk Cair
Organik, dosis menyesuaikan produk pupuknya setiap 5 hari sekali
d.
Proses Pemanenan :
Petik hati-hati yang
sudah berwarna orange pada pagi hari.
2.
Catatan :
Dalam
catatan terfokus dengan adanya hama-penyakit,
bagaimana mencegah dan menanggulanginya ini sebagian besar bukan
merupakan pengalaman (Kajian aksi semenjak 2009 sd sekarang), tetapi
berdasarkan referensi yang diperoleh dari berbagai sumber. Secara umum dapat
disimpulkan bahwa “pembudidayaan secara sehat-bersih, memberikan perlakuan yang
tepat pada tanaman dan pada lingkungan yang sehat-bersih akan memiliki peran
yang signifikan dalam menekan munculnya hama-penyakit”
B.
HAMA-PENYAKIT, PENCEGAHAN &
PENANGGULANGANNYA
1.
Hama :
2.
Penyakit,
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
A.
HITUNG-HITUNGAN EKONOMI SEDERHANA :
1.
Perhitungan 1 pohon :
a.
Pengeluaran sebanyak Rp 2,600.00
1)
Pengadaan Bibit :
Rp 1,000.00
2)
Pengadaan Polybag, : Rp 600.00
3)
NPK/POC :
Rp 300.00
4)
Pupuk Kandang :
Rp 500.00
5)
Air :
Rp 200.00
b.
Penjualan Cabai (Catatan harga Cabai Rawit
Eceran/kg di Jabodetabek 2014, 4 bulan harga kurang dari Rp 50,000.00 termurah
Rp 15,000.00, 8 bulan Rp 50,000.00 dan lebih, termahal Rp 120,000.00)
1)
Termurah, Rp 15,000.00, untung Rp 12,400.00
2)
Termahal, Rp 120,000.00, untung Rp 117,400.00
2.
Alternatif Scenario Rencana yang dapat dipilih :
a. Ditargetkan
panen bulanan, rencana awal penanaman agar dilakukan 3 bulan berturut-turut.
Misalnya, bulan Januari 200 pohon, Februari 200 pohon dan Maret 200 pohon, maka
mulai bulan April dst akan panen tiap bulan.
b. Untuk
menekan biaya, dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melakukan
penyemaian sendiri, saya menyediakan benih, dengan harga Rp 100,000.00/1,000
butir benih
c. Untuk
mengantisipasi harga penjualan cabai yang “murah”, dapat melakukan usaha lain
dengan mengolah cabai menjadi serbuk maupun menjadi produk lain.
B.
KONSULTASI :
Hubungi saya melalui sms ke 0811924600, email : singgihpraptanugraha@yahoo.com
maupun berkunjung ke lokasi, Jl Raya Krukut No. 95, Kelurahan Krukut, Kecamatan
Limo, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.
|
Wednesday, January 7, 2015
PENGALAMAN & CATATAN BUDIDAYA CABAI RAWIT DALAM POLYBAG
Tuesday, September 16, 2014
FORMULA USAHA TOKO BUSANA, ASESORIES DAN KELENGKAPAN PEREMPUAN DI KOMPLEKS PERUMAHAN
A.
MATRIKS
DESIGN FORMULA
|
NO
|
DASAR TOLAKAN
|
KESEMPATAN
|
CARA
|
|
01
|
Umumnya sifat perempuan itu “tidak suka“ kalau ada perempuan lain
“menyamai apa yang dikenakannya”.
|
Menjual Busana, Jilbab dsb yang dibuat “terbatas atau hanya satu”
|
Mencari referensi design Busana, Jilbab dsb, menciptkan design baru
dan memproduksinya, dengan harga jual terjangkau bagi konsumen.
|
|
02
|
Umumnya sifat perempuan itu “suka membuat sarang atau mengkoleksi
berbagai benda yang khas”.
|
Menjual aneka asesories yang unik2 (khas)
|
Menciptakan berbagai barang yang khas untuk perempuan atau berburu
barang-barang yang khas dan tidak akan dijumpai di daerah itu (skala besaran
kota)
|
|
03
|
Umumnya sifat perempuan itu “suka dianggap menjadi trendsetter (yang
memulai)
|
Menciptakan produk yang dapat menjadi trend dan menjualnya.
|
1.
Mencari referensi trend yang muncul pada
saat/musim tertentu.
2.
Menciptakan produk yang dapat menjadi trend
dan menjualnya.
|
|
04
|
Umumnya sifat perempuan itu “suka dianggap eksklusif, termasuk
menunjukkan apa yang dikenakannya”
|
1.
Menciptakan produk yang hanya diproduksi
“satu” dijual “mahal”
2.
Menjual produk bermerk terkenal dan mahal
|
1.
Mencari referensi terkait barang-barang
ekslusif, lihat dapat yang dikenakan bintang film, tokoh dunia yang terkenal
2.
Memproduk atau membeli produk ekslusif dan menjualnya
|
|
05
|
Umumnya sifat perempuan itu “tidak simple dan ingin membawa apapun”
|
Menciptakan Tas perempuan yang didesign bisa muat ber bagai kebutuhannya
dengan kesan tetap ekslusif dan selaras dengan busananya
|
1.
Mencari Tas yang disukai perempuan dan dapat
memuat banyak dengan rapi.
2.
Memproduk atau membeli produk Tas dan
menjualnya
|
NOTE :
01.
Apabila usaha baru akan dimulai, brosur agar
dibuat dan disebarkan, lengkapi foto produk, bisa diberikan perangsang discount
dsb
02.
Umumnya perempuan itu “malas merawat, tetapi
sangat jeli”, jadi semua produk jangan sampai mudah rusak dan sempurna
produksinya
03.
Umumnya perempuan itu “ngotot untuk memperoleh
baraang tertentu yang disukainya, walaupun mahal”, oleh karena itu gunakan
harga “pas”, kalau “menawar dan sudah menguntungkan, sampaikan “secara khusus
dikasih discount”.
Jakarta, 16 September 2014
LANGKAH POKOK MEMBIBITKAN TANAMAN ALBASIA (SENGON)
A.
PENYEMAIAN
:
1. Penaburan, dengan
maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan sehat. Persiapan penaburan
antara lain :
a. Pembuatan
Bedeng tabur, buat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm
belakang 50 cm.
b. Pengisian
media tabur, campuran pasir dengan tanah 1 : 1, isikan ke bedeng tabur setebal
10 cm, usahakan bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit.
2. Cara pelaksanaan,.
a.
Buat larikan, jarak antar larikan 5
cm, kedalaman 2 cm.
b.
Taburkan benih, pada waktu pagi/sore agar terhindar dari penguapan
yang berlebihan.
c.
Setelah kecambah berumur 7 – 10 hari,
siap untuk dilakukan penyapihan.
B.
PENYAPIHAN
BIBIT
1. Siapkan
kantong plastik (Polybag) ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar
2 – 4 lubang pada bagian sisi-sisinya.
2. Siapkan
media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1).
Jika tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi.
3. Masukkan
media tanam ke dalam kantong plasitk setinggi ¾ bagian, barulah kecambah sengon
ditanam, setiap kantong diberi satu batang kecambah.
4. Kantong
plastik yang telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap
jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.
C. PEMELIHARAN BIBIT
1.
Penyiraman, Penyiraman
dilakukan pada pagi dan sore hari agar dilakukan hati-hati. Selanjutnya pada
kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan lebih banyak dari keadaan normal, apabila
di areal terbuka dan hari yang panas.
2.
Pemupukan & perbaikan media
tanam, gunakan larutan "gir", dengan cara .
a.
Dosis, 2 sendok makan per 2 minggu,
pada umur 3-6 bulan atau tingginya 40 – 125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun
(ciri batang bibit, sudah berwarna keputihan/kayu, siap ditanam di kebun/dibuat
stum).
b. Perbaiki media tanam (media tumbuh
dan pollybag), apabila mengganggu pertumbuhan.
3.
Penyulaman, Penyulaman
dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu diganti segera agar bibit
sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya.
4.
Penyiangan, Penyiangan
terhadap gulma, dilakukan dengan mencabut satu per satu dan lakukan hati –hati agar jangan sampai akar
bibit terganggu.
5.
Pengendalian Hama dan Penyakit, Beberapa
hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing,
sedangkan yang tergolong penyakit ialah kerusakan bibit yang disebabkan oleh
cendawan.
CARA LAIN
PENYEMAIAN BENIH YANG SIMPLE SAMPAI MENJADI BIBIT SIAP TANAM :
1.
Masukkan media tanam ke dalam Polybag
2.
Langsung letakkan 1 benih/polybag,
apabila setelah 7 hari belum tumbuh, ganti dengan benih lainnya.
3.
Setelah ketinggian bibt 40 cm atau
lebih, siap ditaman di lahan/area penanaman..
Ø
SETELAH PEMBIBITAN
BERHASIL, AGAR SEGERA DITANAM. TATA CARA
PENANAMAN, PEMELIHARAAN APABILA BELUM MENGUASAI SILAHKAN BROWSING DI INTERNET
DAN ATAU KE BERBAGAI PIHAK LAIN.
Ø
TREND
KAYU SENGON NAIK DAUN, ANTARA LAIN KARENA BANGUNAN RUMAH VERTIKAL (APARTEMEN),
LOGIS PERLU KAYU KUAT DAN RINGAN
Ø
KUALITAS
LINGKUNGAN HIDUP BURUK, TANAM SENGON DISARANKAN, AKAN MENYUBURKAN TANAH KEMBALI
DAN MENYIMPAN AIR YANG LUMAYAN
Ø
MASA
TANAM SAMPAI PANEN 2-5 TAHUN, RELATIF SINGKAT…
Jakarta, 13
November 2001, diolah dari hasil pengalaman sendiri semenjak tahun 1993 dan
dari berbagai sumber. Konsultasi teknis dan managemen apabila tidak tersedia
silahkan hubung saya, hp : 0811924600,
e-mail : singgihpraptanugraha@yahoo.com,
Blog : singgihmind.blogspot.com
Sunday, August 24, 2014
CONTOH POKOK PROGRAM PENDIDIKAN LIFE SKILL & PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BAGI SISWA YANG BERDAMPAK PADA KEINDAHAN MAUPUN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH DASAR
A. CONTOH PILIHAN PROGRAM :
1. Kelas 1, 40 siswa :
a.
Budidaya Bayam Kangkung (2m2/siswa), volume
panen pada hari ke 28, 64,000 batang/320 ikat dan bernilai jual Rp 320,000.00.
b.
Budidaya Albasia (5 btg/siswa), colume panen
pada saat siswa kelas 6 sebanyak 200batang/65m3 dan bernilai jual lebih dari Rp
32,500,000.00
2. Kelas 2, 40 siswa :
a.
Budidaya Sawi, (25 btg/siswa), volume panen pada
hari ke 60, 1,000 batang dan bernilai jual Rp 500,000.00
b.
Budidaya Pisang (5 btg/siswa), volume panen pada
hari ke 180-210, 200 tangan dan bernilai jual Ro 10,000,000.00
3. Kelas 3, 42 siswa :
a.
Budidaya Bawang Merah (50 tunas/siswa), volume
panen pada hari ke 90-100 sekitar 100 kg dan bernilai jual Rp 2,000,000.00
b.
Budidaya Terong, Cabai (10 bibit/siswa), volume
panen pada hari ke 90-100 sekitar 420 kg dan benilai jual Rp 1,680,000.00
4. Kelas 4, 36 orang :
a.
Budidaya Pepaya California (2 btg/siswa), volume
panen pada hari ke 180-210 sebanyak 350 kg dan bernilai jual Rp 7,000,000.00
b.
Pembibitan Albasia (50 btg/siswa), volume panen
bibit pada hari ke 180 dan bernilai jual ERp 320,000.00
5. Kelas 5, 40 orang :
a.
Pembibitan Jati-Jabon (50 btg/siswa), volume
panen bibit 2,000 batang dan bernilai jual Rp 6,000,000.00
b.
Produksi Pupuk-Kompos Organik (100Kg/siswa),
volume panen pupuk-kompos 4,000 kg dan bernilai jual Rp 12,000,000.00
6. Kelas 6, 36 orang :
a.
Produksi
Biang Bioaktivator (5liter/siswa), volume panen pada hari ke 10 sebanyak
180 liter dan bernilai jual Rp 3,600,000.00
b.
Pembibitan Pohon Kelapa (50 btg/siswa), volume
panen bibit pada hari ke 180 1,800 batang dan bernilai jual Rp 3,600,000.00
B. NOTE :
1.
Tahap awal dimulai bulan Agustus 2014 dan setiap
siswa melakukan 2 kegiatan, tahap berikutnya dapat ditambah dengan kegiatan
lain yang setara dengan jenis tanaman yang potensial bernilai ekonomi, termasuk
tanaman hias
2.
Keseluruhan pembiayaan program-kegiatan dan
Penggunaan dana keuntungan hasil panen, ditetapkan Kepala Sekolah
3.
Hasil Pupuk-Kompos maupun Biang Bioaktivator,
dimanfaatkan sendiri dan selebihnya dapat dijual
4.
Cara penjualan hasil panen, dilakukan dengan
cara menjual kepada tengkulak maupun menjual bebas
5.
Setelah panen, dilakukan penanaman-peoduksi
kembali dengan jenis tanaman yang sama-setara atau lain
Semoga
seluruh Sekolah Dasar di seluruh Indonesia dapat melaksanakannya dan kiranya
kemandirian sekolah akan segera terwujud di segenap aspek, termasuk
meningkatkan kesejahteraan para actor di sekolah.
Bagi
yang memerlukan materi teknis kegiatan, dapat saya sediakan (saya kirim via
email), termasuk bagi yang memerlukan pendampingan, akan saya tugaskan tenaga
ahli terkait dengan kompensasi pembiayaan dari pengundang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
