Wednesday, October 28, 2015

CARA MEMBUAT LARUTAN BIOAKTIVATOR MULTIGUNA

Minimal pembuatan adalah 20 liter, apabila kurang drai 20 liter, produk akan gagal menghasilkan bioaktivator KUALITAS CANTIK/TERBAIK. Caranya : Gunakan Bahan Organik,misalnya Bonggol/Batang Pisang atau Pisang BUSUK atau bahan organik BUSUK lainnya, misalnya Ikan Busuk dsb ASAL MAHKLUK HIDUP MATI & SEJENIS, dicacah/dilumatkan halus 5 kg + Gula Merah diiris halus 1 kg+Kulit Nanas atau Daun Pandan atau lainnya untuk AROMA 1 kg+Air 20 liter, campurkan hingga merata. Dalam waktu kurang dari 5 menit, BAU BUSUK HARUS HILANG, kalau belum hilang tambah gula merah lagi. Kalau bau busuk sudah hilang, semua masukkan ke jerigen/lain & tutup rapat (HARUS). Buka tiap 24 jam sejenak untuk mengeluarkan gas, bisa juga diberi selang dan ujungnya dimasukkan ke dalam air (Lihat foto). Hari ke 10 umumnya sudah hilang gasnya yg artinya sudah matang. Kalau gas belum habis juga gpp, disaring, larutan dimasukan ke botol2 warna (tidak tembus pandang), tutup rapat, buka sejenak kalau botol menggembung. Lakukan Test, ke ketek, kotoran kucing, kandang ayam, tuang di kolam ikan atau lainnya, kalau baunya hilang berarti bakteri berfungsi, makin cepat hilang kualitas bioaktivatornya makin baik. Bagi yg berminat bisnis BIOAKTIVATOR & PRODUK TURUNANNYA, SILAHKAN BERGABUNG KE GROUP FACEBOOK BIO-SIS, kontak terlebih dahulu dg Mr Nur Iman atau Ms Petty Fathiyah, target saya minimal terdapat 1 orang produsen di setiap kota/kabupaten di seluruh Indonesia (sekitar 500 orang produsen).

Wednesday, January 7, 2015

PENGALAMAN & CATATAN BUDIDAYA CABAI RAWIT DALAM POLYBAG

 
Usia 8 bulan, tinggi 180 cm, akan panen yang ke-3, rata-rata, 1 kg cabai/panen

A.
   PENGALAMAN & CATATAN :
1.    Pengalaman Tanaman Cabai Rawit Tumbuh Sempurna dan Tahan Hama-Penyakit :
a.       Proses Penyemaian :
1)      Media Semai, Tanah (top soil/bagian atas), Abu dan Kompos (matang)/Humus “halus” dengan perbandingan 2:1:1 atau 1:1:1, setelah dicampur letakkan dan ratakan dalam tempat yang disediakan.
2)      Tempat,  Nampan Plastik (lubang secukupnya)/Besek Bambu/Polybag/Pot dsb, minimal dapat memuat media semai minimal setinggi 5 cm.
3)      Lokasi, tidak terkena hujan langsung tetapi memperoleh sinar matahari & lingkungan sekitarnya sehat-bersih
4)      Peletakan benih, media semai dibuat galur sedalam 0,5cm, benih ditabur dalam lubang galur, tutup kembali & tutup dengan kain/goni basah selama 3-4 hari.
5)      Hari ke 4-5, mulai tumbuh tunas siram dengan air secukupnya & pada hari ke 28 atau daun minimal 7 lembar, siap dipindahkan ke media tanam
b.      Proses Penanaman :
1)      Media Tanam, Media Semai sebanyak 1 kg dicampur dengan Pupuk Kandang (matang) 1 kg dan letakkan dalam tempat yang disediakan.
2)      Tempat, Polybag, Pot, Bekas Kaleng Cat dsb dengan ukuran tinggi 30 cm dan Garis Tengah 15-20 cm, di bagian bawah agar diletakkan pecahan genteng/bata/stereoform setinggi 5 cm untuk memperlancar aliran air. Peletakan tempat minimal berjarak 20cm antara satu & lainnya.
3)      Lokasi, terkena sinar matahari penuh & lingkungan sekitarnya sehat-bersih, termasuk tidak berdekatan dengan tanaman lain yang dapat menularkan hama-penyakit.
4)      Peletakan bibit, masukkan ke dalam media tanam sedalam 5-7 cm di bagian tengah, sore hari & beri cungkup dari batang pisang/kardus agar tidak layu pada saat terkena sinar matahari
5)      Biasanya mulai hari ke 3 bibit sudah segar & cungkup bisa dibuka
c.       Proses Perawatan & Pemupukan :
1)      Perawatan :
a)      Penyiraman, karena tempatnya terbatas lakukan penyiraman pagi, siang & sore kecuali dalam keadaan hujan
b)      Apabila terdapat tunas baru di ketiak cabang, agar dipotong
c)       Bersihkan tanaman dari debu-kotoran lain dengan disemprot air (dapat dicampur sabun, ½ sendok the & 10 liter air) seminggu sekali
d)      Apabila saat berbunga banyak hujan, upayakan agar tidak terkena hujan langsung karena bunga akan rontok.
e)      Apabila terkena hama-penyakit, lihat matriks di bawah.
f)       Setelah panen, remajakan dengan cara memotong/memangkas cabang yang tua/tidak produktif, media tanam dikurangi 2/3 bagian dan diganti dengan yang baru dst.
2)      Pemupukan :
Pada dasarnya pupuk yang telah tersedia adalah untuk pertumbuhan tanaman sampai dewasa (siap berbunga-berbuah), tetapi masih kurang untuk memaksimalkan bunga-buah, untuk mengantisipasinya dapat menggunakan pilihan :
a)      Pupuk Kimia, nama NPK sebanyak 1 sendok/bulan, mulai minggu ke 2 setelah ditanam
b)      Pupuk Organik, agar praktis gunakan Pupuk Cair Organik, dosis menyesuaikan produk pupuknya setiap 5 hari sekali
d.      Proses Pemanenan :
             Petik hati-hati yang sudah berwarna orange pada pagi hari.
2.    Catatan :
Dalam catatan terfokus dengan adanya hama-penyakit,  bagaimana mencegah dan menanggulanginya ini sebagian besar bukan merupakan pengalaman (Kajian aksi semenjak 2009 sd sekarang), tetapi berdasarkan referensi yang diperoleh dari berbagai sumber. Secara umum dapat disimpulkan bahwa “pembudidayaan secara sehat-bersih, memberikan perlakuan yang tepat pada tanaman dan pada lingkungan yang sehat-bersih akan memiliki peran yang signifikan dalam menekan munculnya hama-penyakit”

B.    HAMA-PENYAKIT, PENCEGAHAN & PENANGGULANGANNYA
1.   Hama :

NO
NAMA
AKIBAT
PENCEGAHAN
PENANGGULANGAN
1
Ulat Grayak
Seluruh daun, buah habis kecuali tulang daun.
Menjaga kebersihan
1.    Manual, diambil & dimatikan.
2.    Kimiawi, disemprot insektisida
2
Tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus) dan Tungau merah (Tetranycus sp.)
1.    Daun keriting menggulung ke bagian kebawah.
2.    Daun menjadi tebal, kaku, daun menjadi coklat & mati
3.   Tidak berdekatan dengan tanaman singkong
4.   Menjaga kebersihan
1.  Manual, parah,  dicabut & belum parah dipotong pucuknya.
2.  Kimiawi.  dengan racun akarisida
3
Kutu daun  dari jenis Myzus persicae
1.      Daun kering,  keriting.
2.      Mengundang penyakit antara lain  semut & cendawan yang menimbulkan jelaga hitam pada permukaan daun
1. Tidak berdekatan dengan semangka, melon dan kacang panjang.
2. Menjaga kebersihan
1.   Manual, Petik daun yang terserang musnahkan
2.   Kimiawi,  insektisida mengandung fipronil atau diafenthiuron & penyemprotan sore
4
Lalat buah (Bactrocera dorsalis)
Buah rontok di dalamnya terdapat larva lalat
Tidak dekat kebun buah
1.   Manual, musnahkan buah yang rontok
2.   Kimiawi,
a.   Atraktan, mengandung methyleugenol. Cara, teteskan  pada kapas & masukkan pada botol sebagai perangkap.
b.   Semprot dengan insektisida pada pagi hari
5
Trips (Thrips
Daunnya terlihat garis-garis keperakan, terdapat bercak-bercak kuning hingga kecoklatan & pertumbuhannya kerdil
Jaga kebersihan
1.   Manual, biarkan Kumbang & Kepik
2.   Kimiawi, insektisida yang berbahan aktif fipronil dan lakukan pada sore hari.



2.    Penyakit,
NO
NAMA
AKIBAT
PENCEGAHAN
PENANGGULANGAN
1
Bercak Daun karena Jamur Cercospora capsici
Daun berbercak bundar berwarna abu-abu, pinggiran coklat, menjadi kuning dan gugur. Menyerang pada musim hujan (kelembaban cukup tinggi)
Merenggangkan jarak tanam agar lingkungan tidak terlalu lembab
1.   Manual,  musnahkan yang terinfeksi dengan cara dibakar.
2.   Kimiawi,  fungisida.
2
Patek/antraknosa,  karena cendawan 
Colletotrichum
gloeosporioides yang dibawa sejak benih 
Mati pucuk, daun dan batang busuk kering. Buah akan menjadi busuk seperti terbakar
Pilih bibit yang sehat
1.    Manual,  musnahkan yg terserang
2.    Kimiawi, guna kan fungisida.
3
Busuk Cabang dan Busuk Kuncup disebabkan oleh Phytophthora capsici
Kuncup berwarna hitam & akhirnya mati
1.   Kurangi dosis pupuk nitrogen (Urea & ZA)
2.   Atur jarak tanam
1.    Manual, dicabut & dibakar.
2.    Kimiawi,  fungisida,  pilih yang memiliki perekat.
4
Layu karena :
Cendawan Fusarium sp, Verticilium sp &
Pellicularia sp
Bakteri Pseudomonas solanacearum.
Layu dan mati
Jaga lingkungan jangan sampai asam
Musnahkan
5
Bule (virus kuning) karena virus Gemini yang terbawa dari benih atau ditularkan kutu
Daun dan batang menguniing
1.     Pilih benih & bibit yang sehat
2.     Pemupukan yang benar & tepat
Sulit dilakukan, paling hanya dengan membasmi kutu pembawa virusnya dengan Insectisida
6
Keriting daun  (mosaic) karena Cucumber Mosaic Virus (CMV)
Kerdil, warna daun belang-belang hijau tua-muda, ukuran daun lebih kecil, tulang daun akan berubah menguning

1.  Musnahkan yang terserang
2.  Semprot Insectisida

A.   HITUNG-HITUNGAN EKONOMI SEDERHANA :
1.    Perhitungan 1 pohon :
a.       Pengeluaran sebanyak Rp 2,600.00
1)      Pengadaan Bibit         : Rp 1,000.00
2)      Pengadaan Polybag, : Rp     600.00
3)      NPK/POC                      : Rp     300.00
4)      Pupuk Kandang          : Rp     500.00
5)      Air                                    : Rp     200.00
b.      Penjualan Cabai (Catatan harga Cabai Rawit Eceran/kg di Jabodetabek 2014, 4 bulan harga kurang dari Rp 50,000.00 termurah Rp 15,000.00, 8 bulan Rp 50,000.00 dan lebih, termahal Rp 120,000.00)
1)      Termurah, Rp 15,000.00, untung Rp 12,400.00
2)      Termahal, Rp 120,000.00, untung Rp 117,400.00
2.    Alternatif Scenario Rencana yang dapat dipilih :
a.       Ditargetkan panen bulanan, rencana awal penanaman agar dilakukan 3 bulan berturut-turut. Misalnya, bulan Januari 200 pohon, Februari 200 pohon dan Maret 200 pohon, maka mulai bulan April dst akan panen tiap bulan.
b.      Untuk menekan biaya, dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melakukan penyemaian sendiri, saya menyediakan benih, dengan harga Rp 100,000.00/1,000 butir benih
c.       Untuk mengantisipasi harga penjualan cabai yang “murah”, dapat melakukan usaha lain dengan mengolah cabai menjadi serbuk maupun menjadi produk lain.

B.    KONSULTASI  :
Hubungi saya melalui sms ke 0811924600, email : singgihpraptanugraha@yahoo.com maupun berkunjung ke lokasi, Jl Raya Krukut No. 95, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Tuesday, September 16, 2014

FORMULA USAHA TOKO BUSANA, ASESORIES DAN KELENGKAPAN PEREMPUAN DI KOMPLEKS PERUMAHAN


A.        MATRIKS DESIGN FORMULA
NO
DASAR TOLAKAN
KESEMPATAN
CARA
01
Umumnya sifat perempuan itu “tidak suka“ kalau ada perempuan lain “menyamai apa yang dikenakannya”.
Menjual Busana, Jilbab dsb yang dibuat “terbatas atau hanya satu”

Mencari referensi design Busana, Jilbab dsb, menciptkan design baru dan memproduksinya, dengan harga jual terjangkau bagi konsumen.

02
Umumnya sifat perempuan itu “suka membuat sarang atau mengkoleksi berbagai benda yang khas”.
Menjual aneka asesories yang unik2 (khas)
Menciptakan berbagai barang yang khas untuk perempuan atau berburu barang-barang yang khas dan tidak akan dijumpai di daerah itu (skala besaran kota)
03
Umumnya sifat perempuan itu “suka dianggap menjadi trendsetter (yang memulai)
Menciptakan produk yang dapat menjadi trend dan menjualnya.
1.    Mencari referensi trend yang muncul pada saat/musim tertentu.
2.    Menciptakan produk yang dapat menjadi trend dan menjualnya.
04
Umumnya sifat perempuan itu “suka dianggap eksklusif, termasuk menunjukkan apa yang dikenakannya”
1.    Menciptakan produk yang hanya diproduksi “satu” dijual “mahal”
2.    Menjual produk bermerk terkenal dan mahal
1.    Mencari referensi terkait barang-barang ekslusif, lihat dapat yang dikenakan bintang film, tokoh dunia yang terkenal
2.    Memproduk atau membeli produk ekslusif dan menjualnya
05
Umumnya sifat perempuan itu “tidak simple dan ingin membawa apapun”
Menciptakan Tas perempuan yang didesign bisa muat ber bagai kebutuhannya dengan kesan tetap ekslusif dan selaras dengan busananya
1.    Mencari Tas yang disukai perempuan dan dapat memuat banyak dengan rapi.
2.    Memproduk atau membeli produk Tas dan menjualnya

NOTE :
01.     Apabila usaha baru akan dimulai, brosur agar dibuat dan disebarkan, lengkapi foto produk, bisa diberikan perangsang discount dsb
02.     Umumnya perempuan itu “malas merawat, tetapi sangat jeli”, jadi semua produk jangan sampai mudah rusak dan sempurna produksinya
03.     Umumnya perempuan itu “ngotot untuk memperoleh baraang tertentu yang disukainya, walaupun mahal”, oleh karena itu gunakan harga “pas”, kalau “menawar dan sudah menguntungkan, sampaikan “secara khusus dikasih discount”.


 Jakarta, 16 September 2014  

LANGKAH POKOK MEMBIBITKAN TANAMAN ALBASIA (SENGON)

A.    PENYEMAIAN :
1.     Penaburan, dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan sehat. Persiapan penaburan antara lain :
a.    Pembuatan Bedeng tabur, buat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran  5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm belakang 50 cm.
b.    Pengisian media tabur, campuran pasir dengan tanah 1 : 1, isikan ke bedeng tabur setebal 10 cm, usahakan bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit.
2.     Cara pelaksanaan,.
a.    Buat larikan, jarak antar larikan 5 cm, kedalaman 2 cm.  
b.    Taburkan benih,  pada waktu pagi/sore agar terhindar dari penguapan yang berlebihan.
c.    Setelah kecambah berumur 7 – 10 hari, siap untuk dilakukan penyapihan.

B.     PENYAPIHAN BIBIT  
1.       Siapkan kantong plastik (Polybag) ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 – 4 lubang pada bagian sisi-sisinya.
2.       Siapkan media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Jika tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi.
3.       Masukkan media tanam ke dalam kantong plasitk setinggi ¾ bagian, barulah kecambah sengon ditanam, setiap kantong diberi satu batang kecambah.
4.       Kantong plastik yang telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.

C.     PEMELIHARAN BIBIT  
1.     Penyiraman, Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari agar dilakukan hati-hati. Selanjutnya pada kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan lebih banyak dari keadaan normal, apabila di areal terbuka dan hari yang panas.
2.     Pemupukan & perbaikan media tanam, gunakan larutan "gir", dengan cara .  
a.     Dosis, 2 sendok makan per 2 minggu, pada umur 3-6 bulan atau tingginya 40 – 125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun (ciri batang bibit, sudah berwarna keputihan/kayu, siap ditanam di kebun/dibuat stum).
b. Perbaiki media tanam (media tumbuh dan pollybag), apabila mengganggu pertumbuhan.
3.     Penyulaman, Penyulaman dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu diganti segera agar bibit sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya.
4.     Penyiangan, Penyiangan terhadap gulma, dilakukan dengan mencabut satu per satu dan  lakukan hati –hati agar jangan sampai akar bibit terganggu.
5.     Pengendalian Hama dan Penyakit, Beberapa hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing, sedangkan yang tergolong penyakit ialah kerusakan bibit yang disebabkan oleh cendawan.
CARA LAIN PENYEMAIAN BENIH YANG SIMPLE SAMPAI MENJADI BIBIT SIAP TANAM :  
1.      Masukkan media tanam ke dalam Polybag
2.      Langsung letakkan 1 benih/polybag, apabila setelah 7 hari belum tumbuh, ganti dengan benih lainnya.
3.      Setelah ketinggian bibt 40 cm atau lebih, siap ditaman di lahan/area penanaman..

Ø  SETELAH PEMBIBITAN BERHASIL,  AGAR SEGERA DITANAM. TATA CARA PENANAMAN, PEMELIHARAAN APABILA BELUM MENGUASAI SILAHKAN BROWSING DI INTERNET DAN ATAU KE BERBAGAI PIHAK LAIN.
Ø  TREND KAYU SENGON NAIK DAUN, ANTARA LAIN KARENA BANGUNAN RUMAH VERTIKAL (APARTEMEN), LOGIS PERLU KAYU KUAT DAN RINGAN
Ø  KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP BURUK, TANAM SENGON DISARANKAN, AKAN MENYUBURKAN TANAH KEMBALI DAN MENYIMPAN AIR  YANG LUMAYAN
Ø  MASA TANAM SAMPAI PANEN 2-5 TAHUN, RELATIF SINGKAT…


Jakarta, 13 November 2001, diolah dari hasil pengalaman sendiri semenjak tahun 1993 dan dari berbagai sumber. Konsultasi teknis dan managemen apabila tidak tersedia silahkan hubung saya,  hp : 0811924600, e-mail : singgihpraptanugraha@yahoo.com, Blog : singgihmind.blogspot.com